Monday, 12 December 2016

Membuat neraca saldo setelah penutupan



Sesuai dengan penjelasan awal dapat dilihat bahwa akun-akun pendapatan dan biaya, setelah ditutup, saldonya nol, sehingga akun-akun yang mempunyai saldo setelah penutupan adalah akun-akun harta, hutang dan modal. Untuk menguji keseimbangan saldo akun-akun tersebut, dari data buku besar setelah penutupan, disusun neraca saldo. Setelah penutupan akan tampak sebagai berikut.

Menutup buku besar dan membuat jurnal penutup

Menutup buku besar dan membuat jurnal penutup

Di akhir periode akuntansi koperasi, akun-akun yang ada dalam buku besar harus dipindahkan ke akun tetap. Dengan demikian, akun-akun tersebut dapat digunakan untuk mengumpulkan data periode berikutnya. Untuk itu diperlukan suatu seri ayat jurnal yang disebut jurnal penutup (closing journal). Ayat jurnal penutupan adalah jurnal untuk me-nol-kan saldo akun-akun sementara apabila akan dimulai pencatatan data akuntansi periode berikutnya.
Pada penyusunan jurnal penutup dibutuhkan satu akun tambahan yang dapat digunakan untuk mengikhtisarkan data yang ada dalam akun-akun pendapatan dan biaya. Akun tambahan ini disebut ikhtisar rugi laba (income summary).
Untuk menyusun jurnal penutup ada tiga tahapan yaitu:
1.    Akun-akun pendapatan didebet dengan jumlah saldo akhirnya masing-masing, Akun ikhtisar rugi laba dikredit dengan jumlah saldo akhir akun-akun tersebut. Dengan pendebetan seperti ini maka akun-akun pendapatan akan menjadi nol
2.    Akun-akun biaya dikredit sebesar masing-masing saldo akhirnya dan akun ikhtisar rugi laba didebet sebesar jumlah saldo akhir akun-akun tersebut.. Dengan pengkreditan ini semua akun biaya akan bersaldo nol.

Untuk memberikan pengertian yang lebih jelas mengenai penyusunan jurnal penutup, maka kita gunakan data dari salon Raflesia.

Tahap 1: menutup semua akun pendapatan.

Tahap 2: menutup semua akun biaya

Membuat kertas kerja neraca lajur

Membuat kertas kerja neraca lajur

Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan koperasi, perlu disusun kertas kerja (work sheet) atau yang biasa disebut “neraca lajur”. Neraca lajur ini berfungsi untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan sekaligus untuk menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan.

Langkah-langkah penyelesaian neraca lajur adalah sebagai berikut.
1.    Menyusun neraca saldo yang bersumber dari data buku besar.
2.    Mencatat pos-pos jurnal penyesuaian pada kolom penyesuaian (adjusment).
3.    Menyusun neraca saldo yang telah disesuaikan dalam kolom neraca saldo yang telah disesuaikan.
4.    Memindahkan saldo akun-akun pendapatan dan beban ke kolom ikhtisar laba rugi.
5.    Memindahkan saldo akun-akun harta, utang, dan modal ke kolom neraca (balance sheet).

Membuat jurnal penyesuaian

Membuat jurnal penyesuaian

Jurnal penyesuaian (Adjusting Journal Entries) adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo akun-akun yang tidak menggambarkan sebenarnya. Banyak hal yang mengakibatkan saldo suatu akun pada akhir periode tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Hal ini disebabkan akuntansi menggunakan dasar waktu (accrual basic) sebagai dasar pencatatan dan perhitungan. Pada setiap akhir periode akuntansi terjadi kemungkinan adanya beban yang masih harus dibayar atau beban yang telah dibayar dimuka, adanya pendapatan yang masih harus diterima atau pendapatan yang diterima dimuka.
1.    Beban yang masih harus dibayar (accrued expense)
    adalah beban untuk suatu periode, tetapi sampai dengan akhir periode realisasi pembayarannya belum dilakukan sehingga belum dicatat sebagai beban.
2.    Beban yang dibayar dimuka (diferred expense)
    adalah pengeluaran yang sudah terjadi dalam suatu periode, tetapi merupakan beban periode yang akan datang.
3.    Pendapatan yang masih harus diterima (accrued income)
    adalah pendapatan yang sudah terjadi dan sudah bisa diakui tetapi belum dicatat.
4.    Pendapatan yang diterima dimuka (differed income)
    adalah pendapatan yang sudah diterima dalam suatu periode, tetapi merupakan pendapatan untuk periode yang akan datang.

Membuat neraca saldo

Membuat neraca saldo

Setelah semua jurnal diposting ke akun buku besar maka tahap selanjutnya adalah menyusun neraca saldo. Untuk buku besar yang menggunakan tiga kolom atau empat kolom langsung saja saldo akhir tiap-tiap akun dipindahkan ke neraca saldo.
Pembuatan neraca saldo tidaklah sulit, sama dengan Anda menyusun semua akun yang ada dalam akun buku besar berdasarkan urutan nomor kode akun beserta saldonya. Contoh bila Anda memposting akun kas, perhatikan contoh di bawah ini!

Demikian selanjutnya pada akun lainnya pada buku besar. Untuk lebih jelasnya perhatikan neraca saldo/sisa koperasi Insani pada akhir bulan Januari 2004.

Pada neraca saldo di atas, perhatikan total kolom debet dan kolom kredit! Ternyata totalnya sama yaitu Rp. 10.932.500. Bila tidak terjadi kesalahan pada saat pencatatan bukti transaksi di buku jurnal atau pada saat posting ke buku besar, maka total kolom debet akan sama (seimbang) dengan total kolom kredit.

Memindahbukukan (posting) dari jurnal ke buku besar



    Pembuatan buku besar dilakukan setelah tahap pembuatan jurnal telah selesai dengan benar. Buku besar terdiri dari beberapa pos/bagian-bagian, misalkan buku besar kas adalah semua transaksi yang ada di jurnal kas, masuk semua ke dalam pos buku besar kas. Begitu juga untuk pos lainnya seperti buku besar simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela, buku besar hutang dagang, buku besar piutang dagang, dan buku besar lainnya.

1.     Kode Akun Buku Besar.
Fungsi dari kode akun ini adalah untuk menyederhanakan pencatatan, mempermudah dalam menganalisis transaksi dan kejadian, mempermudah penyusunan neraca dan mempermudah dalam penyusunan perhitungan hasil usaha.
Struktur penggolongan akun dalam akuntansi koperasi dibagi menjadi 9, yaitu:
1.    Golongan 1: Harta
2.    Golongan 2: Utang
3.    Golongan 3: Kekayaan bersih
4.    Golongan 4: Pendapatan usaha
5.    Golongan 5: Harga pokok penjualan
6.    Golongan 6: Beban usaha
7.    Golongan 7: Beban administrasi dan umum
8.    Golongan 8: Pendapatan dan beban di luar usaha
9.    Golongan 9: Pendapatan dan beban luar biasa.

Setiap nomor kode akun, memakai 4 angka dengan struktur penggolongan sebagai berikut.
1)    Angka pertama, menunjukkan golongan akun
2)    Angka kedua , menunjukkan kelompok akun
3)    Angka ketiga, menunjukkan subkelompok akun
4)    Angka keempat, menunjukkan nama atau jenis akun

a.    Daftar nomor dan nama akun
1)    Harta
    10    Harta lancar
        100    Uang kartal dan giral
            10000    Kas
                1000,00    Kas pusat
                1000,01    Kas unit
        101    Uang di bank
            1010    bank….
            1011    bank…
        102    Simpanan jangka pendek
            1020    simpanan sukarela di koperasi…
            1021    simpanan…
        103    Piutang usaha
            1030    piutang anggota
                1030.100    piutang SP….
                1030.200    piutang barang   
            1031    piutang bukan anggota
            1032    piutang…
            1033    piutang lain-lain
        104    Penyisihan piutang tak tertagih
            1040    penyisihan piutang tak tertagih anggota
            1041    penyisihan piutang tak tertagih bukan
                anggota
        105    Persediaan barang dagangan
            1050    persediaan
            1050.000    persediaan….
        106    Persediaan barang untuk digunakan
            1060    persediaan perlengkapan kantor
            1061    persediaan perlengkapan toko
        107    Beban dibayar dimuka
            1070    sewa dibayar dimuka
            1071    ….dibayar dimuka
        108    Pendapatan masih harus diterima
            1080    sewa masih harus diterima
            1081    …masih harus diterima
    11    Piutang jangka panjang
        110    piutang jangka panjang
            1100    piutang anggota
            1101    piutang bukan anggota
    12    Investasi jangka panjang
        120    simpanan pada koperasi (pusat)
            1200    simpanan pokok yang harus dibayar
            1201    simpanan pokok belum dibayar
            1202    simpanan wajib yang harus dibayar
            1203    simpanan wajib yang belum dibayar
            1204    simpanan khusus
        121    simpanan pada bukan koperasi
            1210    penyertaan PT…..
            1211    penyertaan PT…..
    13    Harta tetap
        130    nilai perolehan
            1300    tanah
            1301    tanah tambang
            1302    bangunan
            1303    mesin
            1304    peralatan
            1305    kendaraan
            1306    inventaris kantor
            1307    sarana listrik
        131    akumulasi penyusutan
            1311    akumulasi deflasi tanah tambang
            1312    akumulasi penyusutan bangunan
            1313    akumulasi penyusutan mesin
            1314    akumulasi penyusutan peralatan
            1315    akumulasi penyusutan kendaraan
            1316    akumulasi penyusutan inventaris kantor
            1317    akumulasi penyusutan sarana listrik
    14    Harta tak berwujud
        140    nilai harta tak berwujud
            1400    harta paten
            1401    merek dagang
            1402    hak pengusahaan hutan
            1403    hak penambangan
        141    amortisasi harta tak berwujud
            1410    akumulasi amortisasi paten
            1411    akumulasi amortisasi paten
            1412    akumulasi amortisasi merek dagang
            1413    akumulasi amortisasi hak pengusahaan
                hutan
            1414    akumulasi hak penambangan
    15    Harta lain-lain
        150    nilai perolehan
            1500    tanah tidak produktif
            1501    kendaraan rusak
            1502    mesin rusak
2)    Kewajiban/Utang
    20    Kewajiban lancar
        200    utang usaha
            2000    utang anggota
                2000.00    utang anggota……
        201    utang pada bank
            2010    utang bank….
            2011    utang bank….
        202    utang pada koperasi
            2020    utang koperasi…..
            2021    utang departemen koperasi
        203    utang pada lembaga pemerintahan
            2030    utang klaim perum PKK
            2031    utang departemen koperasi
        204    beban masih harus dibayar dan pendapatan
            diterima dimuka
            2040    beban masih harus dibayar
            2041    utang pajak
            2042    pendapatan diterima dimuka
    21    Kewajiban jangka panjang
        210    kewajiban jangka panjang
            2100    utang anggota
            2101    utang bukan anggota
            2102    utang bank…
            2104    simpanan sukarela anggota
            2105    simpanan bukan anggota
3)    Kekayaan bersih
            3000    Simpanan pokok harus diterima
            3001    Simpanan pokok belum diterima
            3002    Simpanan wajib harus diterima
            3003    Simpanan wajib belum diterima
            3004    Donasi/hibah
            3005    Cadangan koperasi
            3013    Cadangan dana revolving
            3014    SHU yang belum dibagi
            3015    SHU tahun berjalan
            3016    Selisih penilaian kembali harta tetap
4)    Pendapatan usaha
        400    penjualan barang
            4000    penjualan
                4000.00    penjualan X
                4000.01    penjualan Y
            4001    potongan penjualan
            4002    retur penjualan anggota dan pengurangan
                harga
        410    pendapatan jasa
            4100    pendapatan bunga simpan pinjam
            4101    pendapatan jasa sewa
        420    pendapatan lain-lain
            4200    pendapatan lain-lain usaha
5)    Harga pokok
        500    pembelian barang dagang
            5000    pembelian
                5000.00    pembelian bahan makanan
                5000.01    pembelian alat tulis kantor
                5000.02    pembelian bahan sandang
            5001    biaya angkut pembelian
            5002    potongan pembelian
            5003    retur pembelian dan pengurangan harga
        510    harga pokok produksi
            5100    bahan baku langsung
            5101    tenaga kerja langsung
            5102    bahan tidak langsung
            5103    tenaga kerja tak langsung
            5104    beban tak langsung
        520    Harga pokok penjualan
            5200    harga pokok penjualan
                5200.00    harga pokok X
                5200.01    harga pokok Y
6)    Beban usaha
            6000    beban gaji dan upah
            6001    beban angkutan
            6002    beban bongkar muat
            6003    beban pembibitan
            6004    beban bahan bakar
            6008    beban promosi/iklan
            6009    beban bunga
            6010    beban komisi
            6011    beban asuransi
            6012    beban retribusi
            6013    beban penyusutan
            6014    beban piutang tak tertagih
            6015    beban lain-lain
7)    Beban adminsitrasi dan umum
            7000    beban gaji dan honor
            7001    beban kantor
            7002    beban konsumsi
            7003    beban perjalanan
            7004    beban pemeliharaan harta tetap
            7005    beban bahan bakar
            7011    beban kesejahteraan
            7012    beban rapat
            7013    beban listrik, telepon dan Air
            7014    beban pajak karyawan
            7015    beban latihan
8)    Pendapatan dan beban luar usaha
    80    pendapatan luar usaha
            8000    pendapatan jasa giro bank
            8001    pendapatan kantor
            8002    pendapatan jasa deposito
            8003    keuntungan penjualan harta tetap
            8005    keuntungan penjualan harta lain-lain
            8006    keuntungan kenaikan valuta asing
            8007    pendapatan subsidi.
    81    beban luar usaha
            8100    kerugian penjualan harta tetap
            8101    kerugian penjualan harta tak berwujud
            8102    kerugian penjualan harta lain-lain
9)    Pendapatan dan beban luar biasa
    90    pendapatan luar biasa
            9000    ganti rugi asuransi
            9001    pendapatan undian
    91    beban luar biasa
            9100    kerugian kebakaran
            9101    kerugian gempa bumi
            9102    kerugian pelebaran jalan

2.    Bentuk Buku Besar
Bentuk akun buku besar dalam koperasi dapat dibuat dalam 3 macam bentuk yaitu:
a.    Bentuk scronto, yang terdiri dari dua kolom yaitu debet dan kredit dan sering disebut juga dengan bentuk dua kolom (two column account).

b.    Bentuk bersaldo dengan 3 kolom, yaitu debet, kredit, saldo dan sering disebut bentuk 3 kolom (three column account).

c.    Bentuk bersaldo dengan 4 kolom, yaitu debet, kredit, saldo (debet, kredit) dan sering disebut bentuk 4 kolom (four column account). Bentuk ini paling banyak digunakan untuk akun buku besar dalam koperasi.

3.    Posting Jurnal ke Buku Besar
Memposting jurnal ke dalam buku besar sama dengan posting pada perusahaan jasa atau perusahaan dagang. Ada beberapa langkah untuk memposting jurnal ke dalam buku besar, yaitu:
a.    Pindahkan tanggal yang terdapat dalam jurnal ke kolom tanggal pada akun.
b.    Pindahkan keterangan singkat yang terdapat pada kolom jurnal ke dalam keterangan pada akun.
c.    Pindahkan halaman jurnal ke kolom ref di akun, bersama itu terdapat catatan nomor kode akun pada kolom ref jurnal.
d.    Pindahkan jumlah debet dari jurnal ke kolom debet akun dan jumlah kredit jurnal ke kredit akun yang bersangkutan.

MENCATAT TRANSAKSI KEUANGAN DAN MODAL KOPERASI DALAM JURNAL UMUM ATAU JURNAL KHUSUS



Akuntansi dalam badan usaha koperasi dapat dilaksanakan seperti pada badan usaha lainnya. Hanya yang membedakan dalam akuntansi koperasi dengan akuntansi badan lainnya adalah adanya akun khusus seperti akun simpanan pokok, akun simpanan wajib, akun simpanan sukarela, akun sisa hasil usaha (SHU), akun cadangan dan sebagainya. Proses akuntansi dalam koperasi meliputi beberapa tahapan yaitu tahap pencatatan, tahap pengiikhtisaran dan penyusunan laporan keuangan.

Diagram siklus akuntansi

1.    Bukti Pembukuan Koperasi
Pelaksanaan transaksi usaha koperasi harus selalu didukung oleh bukti-bukti transaksi yang sah. Bukti pembukuan merupakan suatu dokumen yang sangat penting dalam suatu transaksi pada badan usaha koperasi. Transaksi merupakan peristiwa ekonomi yang dapat mengubah harta, utang, dan modal yang berhubungan dengan pihak luar dari badan koperasi. Setiap pelaksanaan kegiatan koperasi berupa transaksi selalu didukung oleh bukti pembukuan yang lengkap.
 Dalam akuntansi koperasi dikenal dua jenis bukti pembukuan yaitu bukti pembukuan internal (bukti yang dikeluarkan oleh koperasi) dan bukti pembukuan eksternal (bukti yang berasal dari luar koperasi). Untuk menjamin kelengkapan setiap pembukuan, maka harus dilakukan langkah sebagai berikut.
a.    Tiap transaksi harus dibuat bukti pembukuan yang disahkan oleh yang berwenang.
b.    Jika dalam transaksi tidak diperoleh bukti ekstern, koperasi harus membuat bukti intern yang disetujui oleh pihak yang berwenang.
c.    Setiap pembukuan harus didasarkan pada sutu bukti pembukuan yang sah.
d.    Semua bukti pembukuan harus disimpan secara teratur dan aman.

2.    Penggolongan Bukti-bukti Transaksi
a.     Bukti penerimaan kas
Bukti penerimaan kas (KM) digunakan untuk membukukan semua jenis transaksi yang menimbulkan penerimaan uang tunai ke dalam koperasi. Yang termasuk transaksi penerimaan kas yaitu:
1)     Penjualan tunai
2)     Pembayaran dari anggota yang berupa simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela
3)     Angsuran kredit
4)     Pembayaran utang dari para debitur
5)     Penerimaan dari bank
6)     Penerimaan komisi
7)     Penerimaan bunga
8)     Sumbangan tunai

Bukti penerimaan ataupun pengeluaran kas dibuat rangkap tiga. Lembar pertama untuk pembayar, lembar kedua untuk bagian pembukuan (akuntansi), dan lembar ketiga untuk arsip.

Contoh bukti penerimaan kas

b.    Bukti pengeluaran kas
Bukti pengeluaran kas (KK) digunakan untuk mencatat transaksi yang mengakibatkan uang kas koperasi/bank berkurang akibat adanya pengeluaran uang tunai. Bukti ini dipergunakan untuk bukti transaksi:
1)     Pembelian barang tunai
2)     Pemberian kredit pada anggota
3)     Pembayaran biaya-biaya
4)     Pembayaran bunga bank
5)     Pembayaran kembali simpanan anggota
6)     Pembayaran angsuran
7)     Pembayaran utang kepada debitur

Contoh bukti pengeluaran kas

c.    Bukti pembelian (penerimaan barang )
Bukti pembelian (BB) digunakan untuk membukukan jenis transaksi pembelian barang atau jasa dari pihak luar koperasi secara kredit.

Contoh bukti pembelian

d.    Bukti penjualan atau bukti pengeluaran barang
Bukti penjualan atau bukti pengeluaran barang (BJ) digunakan untuk membukukan jenis transaksi penjualan barang oleh koperasi kepada pihak ketiga (anggota atau bukan anggota).

Contoh bukti penjualan

e.    Bukti umum
Bukti umum (BU) digunakan untuk membukukan transaksi-transaksi yang dapat tidak diklasifikasikan ke dalam empat bukti pembukuan di atas, misalnya :
1)     Retur pembelian
2)     Retur penjualan
3)     Pemakaian bahan untuk dimaksukkan dalam proses
4)     Kerusakan atau kehilangan barang
5)     Penyusutan
6)     Perbaikan/koreksi pembukuan donasi

Contoh bukti umum
Tugas Individu

1.    Berdasarkan informasi dibawah ini, apakah dana bergulir ini merupakan modal untuk koperasi syariah?
2.    Bagaimanakah pencatatan bantuan dana dari pemerintah ini?

Koperasi Syariah Dapat Dana Bergulir

Bantuan ini untuk menghindarkan pengusaha mikro dari jeratan rentenir. Kementerian koperasi kembali menyediakan dana bergulir sebesar Rp 15 miliar untuk koperasi yang menggunakan prinsip islami. Dana sebesar itu berasal dari APBN 2005 dan diperuntukkan bagi 300 koperasi syariah di 26 provinsi di Indonesia.
Dana tersebut bisa digunakan untuk modal kerja koperasi syariah agar bisa meningkatkan pelayanan kepada unit usaha mikro dan kecil. ‘’Masyarakat kita banyak yang terjerat jasa keuangan yang ribawi,’’ kata Ai Darukiah, asisten Deputi Menteri Koperasi Bidang Pengembangan dan Pengendalian Simpan Pinjam di Jakarta kemarin (21/2).
Menurut Ai, pedagang kecil atau pengusaha mikro di pelosok daerah dan juga pinggiran ibu kota banyak terjerat rentenir dengan bunga berlipat ganda. Dengan bantuan modal kerja diharapkan masyarakat bisa terbebas dari jeratan rentenir dan sebaliknya mengikuti transaksi keuangan sesuai syariah.
Dari dana bergulir ini, jelas Ai, setiap anggota koperasi syariah bisa memperoleh dana modal maksimal Rp 2 juta. Modal yang disertakan pada setiap koperasi masing-masing Rp 50 juta. ‘’Untuk pencairan ada syaratnya,’’ tandas Ai. Satu syarat utama adalah koperasi itu sudah berbadan hukum dan menjalankan prinsip syariah sepenuhnya. Untuk mengontrol ini, Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan bank syariah.
Data pada Kementerian Koperasi menunjukkan bahwa koperasi syariah berjumlah 2.700-an. Koperasi ini berasal dari BMT yang memilih badan hukum koperasi syariah. Berapa jumlah persisnya, Ai mengatakan masih didata ulang. Setelah otonomi daerah bisa jadi jumlahnya bertambah atau malah berkurang.
Kerja sama dengan bank syariah, menurut Ai, penting untuk menghindari adanya koperasi atau UKM fiktif. Bank syariah juga bertanggung jawab membina personal atau SDM koperasi syariah terutama dalam mengontrol dana bergulir. ‘’Ini memang dana dari APBN. Tapi, harus tetap dikembalikan untuk digulirkan kepada koperasi lainnya,’’ katanya.
Masa program dana bergulir ini sepuluh tahun. Program dana bergulir untuk koperasi syariah ini sebetulnya bukan yang pertama. Pada tahun 2002, Kementerian Koperasi sudah mulai melakukan percobaan dengan mengalokasikan dana Rp 1,3 miliar untuk 26 koperasi syariah. Kemudian, pada 2004 kembali mengalokasikan dana dengan jumlah lebih besar atau mencapai Rp 5 miliar untuk seratus koperasi di 18 provinsi.
(sumber: kompas 22 Februari 2005)


3.    Pencatatan Hasil Analisa Bukti Transaksi dalam Jurnal Khusus dan Jurnal Umum.
Setelah bukti pembukuan ini dianalisis dan sudah diyakini kebenarannya, maka hasil analisis dicatat/dipindahkan ke dalam jurnal khusus (special journal) dan jurnal umum (general journal).
Dalam akuntansi koperasi digunakan 5 jenis jurnal yang terdiri dari 4 jurnal khusus yaitu jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal pembelian dan jurnal penjualan, jurnal yang ke-5 adalah jurnal umum. Jurnal khusus digunakan dalam akuntansi koperasi bertujuan untuk mengefektifkan pencatatan akun-akun yang sering terjadi dalam kegiatan pembukuan koperasi.

a.    Jurnal penerimaan kas
Jurnal ini digunakan untuk mencatat hasil analisis bukti penerimaan kas (KM).
Di bawah ini adalah contoh pencatatan pada jurnal penerimaan kas dari bukti analisis koperasi Insani.

b.     Jurnal pengeluaran kas
Jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat hasil analisis bukti pengeluaran kas (KK). Contoh jurnal pengeluaran kas pada koperasi Insani adalah sebagai berikut.

c.    Jurnal pembelian
Jurnal pembelian digunakan untuk mencatat hasil analisis bukti pembelian (BB).

d.    Jurnal penjualan
Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat hasil analisis bukti penjualan (BJ).

e.    Jurnal umum
Jurnal umum atau buku harian memorial digunakan untuk mencatat hasil analisis bukti umum yang berasal dari transaksi sebagai berikut.
1)    Penerimaan modal donasi yang berupa aktiva tetap
2)    Retur pembelian kredit
3)    Retur penjualan kredit
4)    Pengambilan barang konsumsi untuk kepentingan koperasi sediri
5)    Koreksi kesalahan pencatatan
6)    Penyesuaian akhir periode akuntansi
7)    Penutupan pada akhir periode akuntansi
8)    Pembalikan pada awal periode akuntansi

Contoh jurnal umum koperasi Insani

Untuk lebih memahami pencatatan bukti transaksi pada jurnal, di bawah ini adalah contoh pembuatan jurnal koperasi Insani.
(a)     Pada 7 Januari 2004, diterima pembayaran dari 35 anggota dengan bukti transaksi (KM.01) sebagai berikut.
    •    Simpanan pokok sebesar    :     Rp. 1.400.000,00
    •    Simpanan wajib sebesar    :    Rp. 700.000,00
    Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti penerimaan kas.
    Analisa transaksi:
    Akun kas bertambah (D), akun simpanan pokok bertambah (K), dan akun simpanan wajib bertambah (K).
    Jurnal
    7 Januari 2004    Kas    :    Rp. 2.100.000,00
    •    Simpanan pokok        :    Rp. 1.400.000,00
    •    Simpanan wajib        :    Rp. 700.000,00   
(b)    Pada 9 Januari 2004, dibeli perlengkapan kantor dan peralatan kantor, masing-masing sebesar Rp. 150.000,00 dan Rp. 250.000, 00 dengan tunai (No. Bukti: KK.01). Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti pengeluaran kas.
    Analisa transaksi:
    Akun perlengkapan kantor (D) dan akun peralatan kantor (D) bertambah, akun kas berkurang (K)
    Jurnal
    9 Januari 2004
    Perlengkapan kantor        :    Rp. 150.000,00
    Peralatan kantor        :    Rp. 250.000,00
    Kas            :    Rp. 400.000,00
(c)    Pada 10 Januari 2004 diterima simpanan sukarela dari anggota sebesar Rp. 1.200.000,00 (No. Bukti: KM.02). Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti penerimaan Kas.
    Analisa transaksi:
    Akun kas bertambah (D) dan dan akun simpanan sukarela bertambah (K)
    Jurnal
    10 Januari 2004     Kas    :    Rp. 1.200.000,00
    Simpanan Sukarela        :    Rp. 1.200.000,00
(d)    Pada 11 Januari 2004 , dibeli barang dagangan dengan kredit dari UD Sumber Makmur seharga Rp. 3.750.000,00 dengan nomor bukti BB.01. Bukti tansaksi yang diperlukan adalah bukti pembelian.
    Analisa Transaksi:
    Akun pembelian bertambah (D) dan akun utang usaha bertambah (K)
    Jurnal
    11 Januari 2004   
    Pembelian        :    Rp. 3.750.000,00
    Utang pada bukan anggota    :    Rp. 3.750.000,00
(e)    Pada 14 Januari 2004, dijual barang dagangan kepada CV Agnia seharga Rp. 2.970.000,00. Sebesar Rp. 500.000, 00 dibayar tunai sisanya kredit.nomor bukti KM.03 dan BJ.01.
    Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti penerimaan kas dan bukti penjualan.
    Analisa Transaksi:
    Kas bertambah (D), piutang bukan anggota bertambah (D) dan penjualan bukan anggota bertambah (K)
    Jurnal
    14 Januari 2004    Kas    :    Rp. 500.000,00
    Piutang bukan anggota    :    Rp. 2.470.000,00
    Penjualan bukan anggota    :    Rp. 2.970.000,00
(f)    Pada 14 Januari 2004, dipinjamkan sejumlah uang kepada anggota sebesar Rp. 500.000,00 dengan nomor bukti KK.02.
    Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti pengeluaran kas.
    Analisa Transaksi:
    Akun piutang bertambah (D) dan akun kas berkurang (K)
    Jurnal
    14 januari 2004   
    Piutang anggota        Rp. 500.000,00
    Kas            Rp. 500.000,00
(g)    Pada 16 januari 2004 dibayarkan beban telepon dan listrik sebesar Rp. 175.000,00. dengan nomor bukti KK.03.
    Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti pengeluaran kas.
    Analisa Transaksi:
    Beban telpon dan listrik bertambah (D) dan akun kas berkurang (K)
    Jurnal
    16 Januari 2004
    Beban telpon dan listrik     Rp.175.000,00
    Kas            Rp. 175.000,00
(h)    Pada 17 Januari 2004, diterima per kas atas penjualan barang dagangan seharga Rp. 300.000,00 dengan nomor bukti KM.04.
    Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti penerimaan kas.
    Analisa Transaksi:
    Akun kas bertambah (D) dan akun penjualan bertambah (K)
    Jurnal
    17 januari 2004    Kas    Rp. 1.300.000,00
    Penjualan        Rp. 1.300.000,00
(i)    Pada 17 januari 2004 diterima simpanan sukarela dari anggota sebesar Rp. 600.000,00 dengan nomor bukti KM.05.
    Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti penerimaan kas.
    Analisa Transaksi:
    Akun kas bertambah (D) dan dan akun simpanan sukarela bertambah (K)
    Jurnal
    17 januari 2004     Kas    Rp. 600.000,00
    Simpanan Sukarela        Rp. 600.000,00
(j)    Pada 20 Januari 2004 , dilunasi sebagian utang sebesar Rp. 3.750.000,00 kepada UD Sumber Makmur atas pembelian barang tanggal 11 Januari 2004, dengan bukti nomor KK.04.
    Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti pengeluaran kas
    Analisa Transaksi
    Akun utang berkurang (D) dan akun kas (K) berkurang
    Jurnal
    20 januari 2004
    Utang pada bukan anggota     Rp. 3.750.000,00
    Kas            Rp. 3.750.000,00
(k)    Pada 21 januari 2004 , dibeli barang dagangan dengan tunai dari UD Sumber Makmur seharga Rp. 600.000,00, dengan nomor bukti KK.05.
    Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti pengeluaran kas.
    Analisa Transaksi:
    Akun pembelian bertambah (D) dan akun kas berkurang (K)
    Jurnal
    21 januari 2004
    Pembelian        Rp. 600.000,00
    Kas            Rp. 600.000,00
(l)    Pada 22 januari 2004, diserahkan uang kepada anggota sebagai biaya pemeliharaan sebesar Rp. 85.000,00 dengan nomor bukti KK.06.
    Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti pengeluaran kas.
    Analisa Transaksi:
    Akun beban pemeliharaan bertambah (D) dan akun kas berkurang (K)
    Jurnal
    22 januari 2004
    Beban pemeliharaan         Rp. 85.000,00
    Kas            Rp. 85.000,00
(m)    Pada 24 Januari 2004, diterima pelunasan sebagian piutang anggota nominal Rp. 400.000,00 beserta bunga sebesar 12.500,00. dengan nomor bukti KM.05.
     Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti penerimaan kas.
    Analisa Transaksi:
    Akun kas bertambah (D), akun piutang berkurang (K), dan akun pendapatan bunga
     bertambah (K)
    Jurnal
    24 Januari 2004    Kas    Rp. 412.500,00
    Piutang pada anggota    Rp. 400.000,00
    Pendapatan bunga        Rp. 12.500,00
(n)     Pada 25 Januari 2004 diterima sumbangan dari Pemda sebesar Rp. 1.500.000,00 untuk menambah modal kerja koperasi, dengan nomor bukti KM.06.
    Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti penerimaan kas.
    Analisa Transaksi:
    Modal bertambah (D) dan kas berkurang (K)
    Jurnal
    25 Januari 2004    Kas    Rp. 1.500.000,00
    Modal donasi        Rp. 1.500.000,00
(o)    Pada 27 Januari 2004 diterima penjualan per kas atas penjualan barang dagangan sebesar Rp. 1.250.000,00 . dengan nomor bukti KM.07.
    Bukti transaksi yang diperlukan adalah penerimaan kas.
    Analisa Transaksi:
    Kas bertambah (D) dan akun penjualan bertambah (K)
    Jurnal
    27 Januari 2004    Kas     Rp. 1.250.000,00
    Penjualan        Rp. 1.250.000,00
(p)    Pada 29 Januari 2004 dikeluarkan per kas biaya konsumsi rapat pengurus sebesar Rp. 50.000,00 dengan nomor bukti KK.07.
    Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti pengeluaran kas.
    Analisa Transaksi:
    Akun beban kunsumsi bertambah (D) dan akun kas berkurang (K)
    Jurnal
    29 Januari 2004
    Beban konsumsi        Rp. 50.000,00
    Kas            Rp. 25.000,00
(q)    Pada 30 Januari 2004 dibayar gaji seorang pegawai koperasi sebesar Rp. 250.000,00 dengan nomor bukti KK.08.
    Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti pengeluaran kas.
    Analisa Transaksi:
    Beban gaji bertambah (D) dan kas berkurang (K)
    Jurnal
    30 Januari 2002   
    Beban gaji        Rp. 250.000,00
    Kas            Rp. 250.000,00
(r)    Pada 31 Januari 2004 dibeli barang dagangan dengan tunai dari UD Sumber Makmur seharga Rp. 750.000,00 dengan nomor bukti KK.09.
     Bukti transaksi yang diperlukan adalah bukti pengeluaran kas.
    Analisa Transaksi:
    Akun pembelian bertambah (D) dan akun kas berkurang (K)
    Jurnal
    31 Januari 2004   
    Pembelian        Rp. 750.000,00
    Kas            Rp. 750.000,00